Rabu, 13 Juni 2012

KOMUNIKASI (Homework) ☆º°˚*★


KOMUNIKASI
1.      ARTI DAN PENTINGNYA KOMUNIKASI
Stoner,Freeman, dan Gilbert (1995) mendefinisikan komunikasi sebagai the roses by which people attempt to share meaning via the trnsmission of symbolic messages. Komunikasi adalah proses di mana seseorang berusaha untuk memberikan pengertian atau pesan kepada orang lain melalui pesan simbolis. Komunikasi bisa dilakukan secara langsung maupun tidak langsung, dengan menggunakan berbagai media komunikasi yang tersedia. Komunikasi langsung berarti komunikasi disampaikan tanpa penggunaan mediator atau perantara. Sedangkan komunikasi tidak langsung berarti sebaliknya.
Berdasarkan pengertian di atas, maka komunikasi memiliki beberapa elemen penting yaitu:
Ø  Komunikasi melibatkan orang-orang, sehingga komunikasi yang efektif terkait dengan bagaimana orang-orang dapat berinteraksi satu sama lain scara lebih efektif.
Ø  Komunikasi berarti terjadinya berbagai informasi atau pemberian informasi maupun pengertian, sehingga agar pemberian informasi maupun pengertian ini dapat terjadi, maka pihak-pihak yg berkomunikasi perlu menyadari dan mengerti berbagai istilah atau pengertian yang mereka gunakan dalam komunikasi.
Ø  Komunikasi melbatkan simbol-simbol, yg berarti kounikasi daat berupa bahasa tubuh, suara, huruf, angka, dan lain-lain sebagai bentuk simbolis dari komunikasi yg dilakukan.
(Pengantar Manajemen edisi pertama, Ernie Tisnawati Sule , Kurniawan Saefullah, hal 295-296)
2.      JENIS DAN BENTUK KOMUNIKASI
Komunikasi dapat berupa komunikasi antarpersonal atau interpersonal, komunikasi di kelompok kerja dalam berbagai bentuk jejaring komuikasi, dan pola komunikasi dalam struktur.
a.       Komunikasi Interpersonal
Komunikasi interpersonal adalah komuikasi yg dilakukan antara seseorang dengan orang lain dalam sebuah organisasi. Komunikasi interpersonal ini bisa dilakukan antarindividu dalam satu bagian, antarbagian organisasi, antarbawahan, antarpemimpin, antarpemipin dan bawahan. Terdapat dua bentuk komunikasi yg biasanya dilakukan dalam komunikasi interpersonal ini, yaitu komunikasi lisan dan komunikasi tulisan. Komunikasi lisan adalah komunikasi yg dilakukan oleh seseorang kepada orang lain melalui penggunaan mulut atau lisan di mana orang lain dapat langsung menerima pesan tersebut dengan berbagai faktor yg mempengaruhinya, baik segi situasi lingkungan kerja, emosi antar pihak berkomunikasi, serta berbagai hal yg terkait ketika komunikasi lisan tersebut dilakukan.komunikasi tertulis adalah komunikasi yang dilakukan seseorang kepada orang lain melalui mediator berupa sesuatu yang dapat menyampaikan pesan pengirim kepada penerima pesan sehingga maksud dari pesan dapat dengan udah diterima.
b.      Komunikasi dalam berbagai bentuk jejaring
Komunikasi pada dasarnya adalah bentuk interaksi antarindividu dalam kelompok maupun organisasi. Pada praktiknya bentuk komunikasi yg dilakukan ternyata memiliki pola tersendiri, sehingga memiliki semacam jejaring komuniksi. Jejaring kounikasi pada dasarnya merupakan pola bagaimana orang-orang dala organisasi salaing berkomunikasi. Menurut Griffin (2000), terdapat berbagai pola komunikasi dalam kelompok kerja yang dapat diidentifikasi, di antaranya alah bentuk roda, huruf Y, berkesinambungan atau bersambung, linkarang dan menyeluruh.
c.       Pola Komunikasi dalam Struktur Organisasi
Pola komunikasi dalam struktur organisasi adalah pola bagaimana setiap bagian-bagian dalam organisasi saling berkomunikasi satu dengan lainnya, baik antarbagian yang tingkatan yang sama ( horisontal) maupun yang berbeda tingkatannya(vertikal). Komunikasi vertikal adalah komunikasi yang dilakukan oleh seseorang atau bagian yang berada pada tingkatan organisasi yang lebih tinggi dengan tingkatan yang lebih rendah atau sebaliknya. Komunikasi horizontal biasanya dilakukan antara seseorang dengan orang lain yang memiliki tingkatan organisasi yang sama.
d.      Komunikasi Informal dalam Organisasi
Komunikasi informal adalah komunikasi yang dilakukan antara berbagai pihak maupun berbagai bagian dalam organisasi yang tidak secara kaku mengikuti tingkatan-tingkatan manajemen dalam sebuah organisasi.

 (Pengantar Manajemen edisi pertama, Ernie Tisnawati Sule , Kurniawan Saefullah, hal 299-304)

3.      PROSES KOMUNIKASI
Proses komunikasi adalah setiap langkah mulai dari saat menciptakan informasi sampai dipahami oleh komunikan. Komunikasi merupakan suatu proses di mana komponen-komponen saling terkait. Para pelaku komunikasi beraksi dan bereaksi sebagai satu kesatuan dan keseluruhan. Dalam setiap transaksi, setiap elemen berkaitan secara integral dengan elemen yang lain. Artinya, elemen-elemen komunikasi saling bergantung, tidak pernah independen, masing-masing komponen saling mengait dengan komponen yang lain. Dalam aplikasinya, langkah-langkah dalam proses komunikasi adalah sebagai berikut :
IDE

                                                           
ENCODING
 


PENGIRIMAN
                                                                               
DECODING
 


                                                                               
BALIKAN
                                                                                        

a.      Langkah pertama, ide/gagasan diciptakan oleh sumber atau komunikator.
b.      Langkah kedua, ide yang diciptakan tersebut kemudian dialihbentukan menjadi lambang-lambang komunikasi yang mempunyai makna dan dapat dikirimkan.
c.       Langkah ketiga, pesan yang telah di encoding tersebut selanjutnya dikirimkan melalui saluran/media yang sesuai dengan karakteristik lambang-lambang komunikasi ditunjukkan kepada komunikan.
d.      Langkah keempat, penerima menafsirkan isi pesan sesuai dengan persepsinya untuk mengartikan pesan tersebut.
e.      Langkah kelima, apabila pesan tersebut telah berhasil di decoding, khayalak akan mengirim kembali pesan tersebut ke komunikator.
Dengan demikian, sejak ide itu diciptakan sampai dengan dipahaminya pesan komunikasi yang menimbulkan umpan balik merupakan suatu proses komunikasi.



4.      HAMBATAN-HAMBATAN TERHADAP KOMUNIKASI YANG EFEKTIF
a.      Hambatan yg bersifat individual
Hambatan yang bersifat individual adalah kesalahpahaman dalam memahami pesan, kredibilitas individu dalam berkomunikasi, kesulitan dalam berkomunikasi, kemampuan mendengarkan dan menyimak buruk, dan penilaian terhadap subyek tertentu sehingga mempengaruhi tingkat penerimaan orang tersebut dalam berkomunikasi.
Manejer selalu menghadapi bahwa pesan yang disampaikan akan berubah dan menyimpang dari maksud pertama. Manejer haruslah memperhatikan hambatan-hambatan individual / antar pribadi seperti berikut ini:
·         Persepsi selektif adalah suatu proses yang menyeluruh dengan mana seorang menseleksi, mengorganisasikan, dan mengartikan segala pesan yang ia terima. Persepsi seseorang akan dipengaruhi oleh pengalaman masing-masing. Untuk itu diharapkan seorang manejer memahami sebanyak mungkin tentang kerangka pikir, keinginan, kebutuhan, motif, tujuan dan tingkat kecerdasan seluruh karyawannya, agar komunikasi dalam organisasi yang ia pimpin menjadi efektif.
·         Status Komunikator artinya hambatan utama komunikasi adalah kecenderungan untuk menilai terutama kredibilitas sumber. Kredibilitas didasarkan keahlian seseorang dalam bidang yang ia komunikasikan dan tingkat kepercayaan seseorang bahwa komunikator dapat dipercayai.
·         Keadaan membela diri. Perasaan membela diri baik pada pengirim, maupun penerima pesan, menimbulkan hambatan dalam proses komunikasi.
·         Pendengaran lemah. Manejer harus belajar untuk mendengar secara  efektif agar mampu mengatasi hambatan ini.
·         Ketidaktepatan dalam penggunaan bahasa. Salah satu kesalahan terbesar yang terjadi dalam proses komunikasi adalah salah dalam menggunakan bahasa. Sebagai contoh, perintah manajer untuk mengerjakan “secepat mungkin” bisa berarti satu jam, satu hari atau satu minggu. Disamping itu bahasa nonverbal yang tidak konsisten seperti nada suara, ekspresi wajah, dan sebagainya dapat menghambat komunikasi.

b.      Hambatan yang bersifat organisasional
Hambatan yang bersifat organisasional atau kelembagaan adalah pengguanaan semantik atau kata-kata yang dipahami berbeda oleh orang-orang yang berbeda, tngkatan manajemen yang berbeda, persepsi yang berbeda antarbagian maupun orang, serta terlalu banyaknya beban tugas yang diberikan organisasi sehingga kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif.  
Hambatan Organisasional yaitu tingkat hirarkhi, wewenang manajerial dan spesialisasi. Tingkat hirarkhi bila suatu organisasi tumbuh, dan strukturnya berkembang, akan menimbulkan berbagai masalah komunikasi. Karena pesan harus melalui tingkatan (jenjang) tambahan, yang memerlukan waktu yang lebih lama barulah pesan itu sampai. Wewenang Manajerial artinya kekaburan wewenang bagi setiap tingkatan pada jabatan tertentu akan membuat pesan tidak sampai ke seluruh bagian yang ada dalam organisasi tersebut. Spesialisasi artinya adalah prinsip organisasi, tetapi juga menimbulkan masalah-masalah komunikasi, apalagi mereka yang berbeda keahlian bekerja saling berdekatan. Perbedaan fungsi dan kepentingan dan istilah-istilah dalam pekerjaan mereka masing dapat menghambat, dan membuat kesulitan dalam memahami, sehingga akan timbul salah pengertian dan sebagainya.
5.      PENINGKATAN EFEKTIFITAS KOMUNIKASI
Peningkatan efektifitas  komunikasi ada dua yaitu peningkatan keahlian komunikasi individu dan peningkatan komunikasi untuk hal-hal yang bersifat organisasional. Di antara beberapa upaya yang padat dilakukan untuk meningkatkan keahlian komunikasi individu adalah peningkatan keahlian dalam mendengarkan melalui seringnya komunikasi dilakukan secara formal maupun tidak formal, mendorong komunikasi yang sifatnya dua arah melalui tersedianya media untuk melakukan kritik dan saran yang bersifat timbal balik, peningkatan kesadaran dalam memahami pesan dan informasi melalui berbagai jenis media maupun simbol, pemeliharaan kredibilitas individu dengan membangun karakter dan moral, serta upaya untuk lebih mengenalkan dan mendekatkan antara berbagai pihak yang melakukan komunikasi melalui pertemuan-pertemuan yang sifatnya formal dan informal.
Adapun upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keampuan berkomunikasi yang bersifat organisasional di antaranya adalah tindak lanjut dari setiap komunikasi yang dilakukan , pengaturan cara komunikasi di antara berbagai pihak dalam organisasi, serta peningkatan kesadaran dan pemanfaatan berbagai media dalam berkomunikasi. 
(Pengantar Manajemen edisi pertama, Ernie Tisnawati Sule , Kurniawan Saefullah, hal 307)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar